Logo Pengadilan Negeri Palopo
Pembaruan terakhir: Kamis, 20 Juli 2017
shade

Situs resmi pengadilan negeri jeneponto

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

PENGADILAN NEGERI JENEPONTO

No NAMA JABATAN

 FILE

1  HERIANTO, SH  KETUA  File
2  SUNARYANTO, SH  HAKIM  File
3  ANTON SAIFUL RIZAL, SH  HAKIM  File
4  PRAYOGI WIDODO, SH  HAKIM  File
5  PUTU BISMA WIJAYA, SH. MH  HAKIM  File
6  CHAHYAN UUN PRYATNA, SH  HAKIM  File
7  RAKHMAT AL AMIN, SH  HAKIM  File
8  JUMIATI, SH. MH  HAKIM  File
9  MUH. NATSIR SYAM, SH  PANITERA  File
10  ILHAM NAKIB, SE, Ak, Ca  SEKRETARIS  File
11  MARHANI, SH. MH  WAPAN  File
12  THEODORES HARINDAH, SH  PANMUD PIDANA  File
13  SILAMUDDIN, SH  PANMUD PERDATA  File
14  HAMZAH MAPPAGAU, SH  PANMUD HUKUM  File
15  MUKHSIM, SH  KASUBAG UMUM dan KEUANGAN  File
16  SYAHRIR, SH  KASUBAG KEPEGAWAIAN  File
17  INTANGHIDAYANTI SALEH, ST  KASUBAG IT dan PERENCANAAN  File
18  ANDI BURHAN, SH  PANITERA PENGGANTI  File
19  GUNAWAN, SH  PANITERA PENGGANTI  File
20  FATHU RIZQI FAUZI, SH  PANITERA PENGGANTI  File
21  RAHMADHANI, SH  PANITERA PENGGANTI  File
22  Hj. ST. BASSE BOMBANG  PANITERA PENGGANTI  File
23  MUH. ARSYAD DJADJENG  JURUSITA  File
24  MUHTARONG, SH  JURUSITA  File
25  ALAMSYAH, SH. MH  JURUSITA PENGGANTI  File
26  SAPARUDDIN  JURUSITA PENGGANTI  File
27  HASANUDDIN  JURUSITA PENGGANTI  File
28  MUH. NASIR  STAF BAG. KEUANGAN  File
29  DIAN ADRIANA WAHID, SH  STAF BAG. PERDATA  File
30  FAIZAL NUR, SH STAF BAG. PERDATA  File

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017

PENGADILAN NEGERI JENEPONTO

No NAMA JABATAN

 FILE

1  SUNARYANTO, S.H.,M.H  KETUA  File
2  KUN TRIHARYANTO, SH  WAKIL KETUA  File
3  PUTU BISMA WIJAYA, SH. MH  HAKIM  File
4  RAKHMAT AL AMIN, SH  HAKIM  File
5  JUMIATI, SH. MH  HAKIM  File
6  MUH. NATSIR SYAM, SH  PANITERA  File
7  ILHAM NAKIB, SE, Ak, Ca  SEKRETARIS  File
8  MARHANI, SH. MH  WAPAN  File
9  THEODORES HARINDAH, SH  PANMUD PIDANA  File
10  SILAMUDDIN, SH  PANMUD PERDATA  File
11  HAMZAH MAPPAGAU, SH  PANMUD HUKUM  File
12  MUKHSIM, SH  KASUBAG UMUM DAN KEUANGAN  File
13  SYAHRIR, SH  KASUBAG KEPEGAWAIAN  File
14  INTANGHIDAYANTI SALEH, ST  KASUBAG IT DAN PERENCANAAN  File
15  ANDI BURHAN, SH  PANITERA PENGGANTI  File
16  GUNAWAN, SH  PANITERA PENGGANTI  File
17  FATHU RIZQI FAUZI, SH  PANITERA PENGGANTI  File
18  RAHMADHANI, SH  PANITERA PENGGANTI  File
19  Hj. ST. BASSE BOMBANG  PANITERA PENGGANTI  File
20  HIDAYAT MADDATUANG,A.Md,S.H  PANITERA PENGGANTI  File
21  MUH. ARSYAD DJADJENG  JURUSITA  File
22  MUHTARONG, SH  JURUSITA  File
23  ALAMSYAH, SH. MH  JURUSITA PENGGANT  File
24  SAPARUDDIN  JURUSITA PENGGANTI  File
25  HASANUDDIN  JURUSITA PENGGANTI  File
26  MUH. NASIR  STAF BAG. UMUM DAN KEUANGAN  File
27  FAIZAL NUR, SH  STAF BAG. PERDATA  File

Mengurai Kebenaran Di Antara Kebohongan yang Berserakan

Secara umum, di antara hal yang dituntut oleh proses pengadilan adalah pengungkapan fakta, konstruksi atau penentuan kebenaran. Oleh karena itu tidak mengherankan jika kebohongan yang dilakukan di dalam pengadilan dianggap lebih serius dibandingkan dengan kebohongan yang dilakuan di luar pengadilan. Sumpah adalah kewajiban berkata jujur dan dipakai sebagai mekanisme untuk melibatkan Tuhan dalam suatu perkara tidak hanya sebagai hakim, namun sekaligus sebagai penghukum, menjadikan Tuhan sebagai penjaga keadilan dan eksekutor - manusia sebagai despot dan Tuhan sebagai budaknya

( Jeremy Bentham, 1843: 192 )

“Saya bersumpah sebagai saksi akan memberikan keterangan yang benar tidak lain dari yang sebenarnya" adalah redaksi dari sumpah seorang saksi yang dipandu oleh Hakim sebelum kesaksiannya diambil dalam persidangan. Upaya melibatkan Tuhan dalam persoalan sekuler adalah bentuk keterbatasan manusia untuk menyingkap sebuah misteri kebenaran, sebuah metode yang jika sekiranya seorang saksi tidak takut oleh ancaman pidana 7 tahun dalam memberikan keterangan yang palsu paling tidak seorang saksi takut kepada Tuhan, dimana kapasitas saksi sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yakni orang yang mengalami, melihat dan mendengar secara langsung suatu kejadian yang menjadi tindak pidana.

Berikut Unsur-unsur Pasal 242 KUHP, adalah:

  1. Sengaja memberikan keterangan di bawah sumpah yang tidak benar.
  2. Keterangan diberikan secara lisan atau tulisan.
  3. Keterangan yang diberikan itu bertentangan dengan apa yang dilihat, didengar atau dirasakan, serta mendiamkan kalau keterangannya itu sebenarnya palsu

Akan tetapi, untuk menerapkan Pasal 242 ayat (1) KUHP tetap memperhatikan ketentuan Pasal 174 KUHAP :

  1. Apabila keterangan saksi di sidang disangka palsu, hakim ketua sidang memperingatkan dengan sungguh-sungguh kepadanya supaya memberikan keterangan yang sebenarnya dan mengemukakan ancaman pidana yang dapat dikenakan kepadanya apabila ia tetap memberikan keterangan palsu.
  2. Apabila saksi tetap pada keterangannya, hakim ketua sidang karena jabatannya atau atas permintaan penuntut umum atau terdakwa, dapat memberikan perintah supaya saksi itu ditahan untuk selanjutnya dituntut perkara dengan dakwaan sumpah palsu.
  3. Dalam hal yang demikian, oleh panitera segera dibuat berita acara pemeriksaan sidang yang memuat keterangan saksi dengan menyebutkan alasan persangkaan, bahwa keterangan saksi itu adalah palsu dan berita acara tersebut ditandatangani oleh hakim ketua sidang, serta panitera dan segera diserahkan kepada penuntut umum untuk diselesaikan menurut ketentuan undang-undang ini.
  4. Jika perlu hakim ketua sidang menangguhkan sidang dalam perkara semula sampai pemeriksaan perkara pidana terhadap saksi itu selesai.

Selengkapnya...